FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEBERHASILAN BELAJAR DAN PENGAJARAN BERBASIS HASIL ANALISIS WAWANCARA
A.
IDENTITANS GURU
Nama : Panji
Setya wibowo, S.Pd.
Alamat : Jl. Terusan
Piranha
Tempat
Mengajar : SMKN 5 Malang
Guru
Bidang Study : Bimbingan
Konseling
Status : Sudah
Menikah
B.
IDENTITANS SISWI
Nama : Choirul Indry O.
Alamat : Wendit Utara
Nama Sekolah : SMKN 5 Malang
Umur : 18
Riwayat Pendidikan : SDN mangliwan 1
MTS Hasyim Asyhri
SMKN 5 Malang
Hoby : Gambar
Cita-Cita : Desainer interior
A. KISI-KISI
PERTANYAAN KEPADA GURU
1. Berapa lama bapak mengajar ?
2. Bapak mengajar mata pelajaran apa ?
3. Model pembelajaran seperti apa yang bapak terapkan
kepada siswa-siswi di kelas ?
4. Bagaimana siswa-siswi bapak dalam merespon dalam
proses pembelajaran ?
5. Bagaimana proes pembelajaran antara guru dengan
siswa itu dikatakan berhasil ?
6. Apakah faktor-faktor pendukung proses pembelajaran
?
7. Apakah faktor-faktor penghambat proses
pembelajaran ?
8. Apakah pemberian hukuman dan hadiah kepada
siswa-siswi dapat mendukung keberhasilan dalam proses pembelajaran ?
B. KISI-KISI
PERTANYAAN KEPADA SISWA
1. Mata pelajaran apa yang anda sukai ?
2. Mengapa andai suka mata pelajaran tersebut ?
3. Model pembelajaran seperti apa yang guru anda terapkan di kelas ?
4. Apakah anda suka dengan model pembelajaran
tersebut ?
5. Media apa saja yang sering dipakai gurumu di kelas
?
6. Apakah sifat guru mempengaruhi keberhasilan anda
dalam memahami materi belajar ?
7. Apakah guru anda memberikan kebebesan berkreasi,
dan mengeluarkan ide-ide atau kereativitas yang anda punya dalam proses
pembelajaran ?
8. Menurut anda , Model pembelajaran seperti apa yang
paling tepat untuk diterapkan dalam proses pembelajaran ?
A. HASIL
PERTANYAAN (TANYA JAWAB) DENGAN GURU
1. 3 tahun
2. Bimbingan konseling
3. Kalau diluar kelas itu antara lain layanan dalam
penyelesaian masalah, bimbingan siswa-siswi, pemberian arahan kepada
siswa-siswi dan lain sebagainya.
Sedangkan di dalam
kelas itu antara lain layanan dasar, informasi, berkreasi, layanan kelas,
pengumpulan data, diskusi kelompok, dan lain sebagainya.
4. Responnya yaitu siswa lebih aktif karena ini
sekolah kejuruan siswa lebih suka praktek daripada teori tetapi tetap ada teori
karena siswa harus bisa mengembangkan teori tersebut dalam bentuk peraktek,
oleh sebab itu untuk mata pelajaran matematika dan bahasa indonesia disini kurang,
tetapi untuk praktek siswa sangat senang walaupun jam belajar disini lama
tetapi siswa-siswi tetap melaksanakannya.
5. Apabila siswa menguasai pelajaran dalam bentuk
pemahanan mereka dan menerapkannya dalam kehidupan masyarakat.
Mencapai KKN
6. Faktor pendukungnya antara lain :
·
Fasilitas
bagus
·
Akses
internet tersedia setiap kelas
·
Gurunya
berkualitas
7. Faktor penghambatnya antara lain :
·
Ada beberapa
guru yang individual (seperti meninggalkan kelas demi keluarga)
·
Inputan siswa
baru yang masuk tidak disesuaikan dengan kognitif yang ia punya, sehingga akan
menghambat/memperlama proses pembelajaran.
·
Terlalu
banyak siswa-siswi dan sedikit guru
·
Siswa-siswi
di sekolah lebih mencari nilai bukan ilmu
8. Berpengaruh, tapi kadang hukuman yang bersifat
ringan seperti tindakan bolos , terlabat berupa hukuman poin , siswa masih
mengulangi perbuatan tersebut. Sedangkan hukuman yg berat berupa materai siswa
biasanya tidak mengulangi tidakannya tersebut karena takut dikeluarkan dari
sekolah.
Pemberian hadiah
disini ditunjukkan untuk siswa-siswi yang berprestasi, apresiasi dikelas berupa
tepuk tangan itu sudah sering dilakukan oleh sekolah ini.
B. HASIL
PERTANYAAN (TANYA JAWAB) DENGAN SISWI
1. SBK (Seni Budaya dan Keterampilan)
2. Karena saya suka dibidang seni seperi menggambar
kak
3. Pertama guru memberikan materi terus dilanjutkan
dengan sesi tanya jawab kemudian dilanjutkan dengan praktek
4. Kurang suka kak, karena saya lebih suka praktek
dari pada teori
5. Kalau untuk media tergantung materinya, kalau
materi tentang jaringan memakai media yang berhubungan dengan jaringan, kalau
meterinya tentang komputer memakai media tentang komputer. Tetapi biasanya
kalau guruku memberikan teori itu memakai laptop dan LCD yang kemudian
menjelaskan materi dalam bentuk power point.
6. Tidak kak, karena walaupun guru tersebut sifatnya
suka marah,baik, cuek tetapi kalau saya suka pelajaran tersebut, sifat guru tersebut
tidak berpengaruh terhadap pemahaman
materi yang saya dapatkan.
7. Iya kak, karena biasanya guru kami itu menjelaskan
materi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab kemudian ada praktek, dipraktek
ini guru memberikan keluasan bagi kami dalam peraktek supaya kami berimajinasi
sendiri dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
8. Menurut saya kak, model pembelajaran yang paling
tepat itu adalah guru tetap memberikan teori tetapi siswa ini harus lebih bisa mengembangkan teori
tersebut dalam bentuk praktek dengan mengandalkan kemampuan dan sisi
kereativ yg dimiliki siswa kemudian
mengkaitkan dengan teori tersebut.
PEMBAHASAN
Dari hasil analisis wawancara diatas bahwa pendapat-pendapat guru dan siswa
tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses belajar dan pengajaran
ada kaitannya dengan beberapa teori terkemuka diantaranya :
1.
Teori
behavioristik
Dari hasil wawancara antara guru dan siswa diatas
ada kaitannya dengan teori behavioristik terlihat pada sesi tanya jawab tentang
pemberian hukuman dan hadiah, bahwa apabila peserta didik diberikan hukuman dan
hadiah maka siswa tersebut akan mengeluarkannya dalam bentuk tingkah laku,
seperti pemberian hukuman terhadap siswa yang bolos dalam bentuk poin, maka
siswa itu akan mengulangi tindakannya tersebut dikarenakan hukuman itu terlalu
ringan untuk meraka, tetapi kalau pemberian hukuman untuk tindakan yg berat
dengan hukuman yang bermaterai maka siswa itu tidak akan melakukan tindakan
tersebut karena takut dikeluarkan dari sekolah.
Sedangkan dalam pemberian hadian diutamakan untuk
siswa-siswi yang berprestasi, padahal pemberian hadiah untuk siswa-siswi yg
berperestasi ini akan menimbulkan anggapan dari siswa yang lain bahwa mereka
percuma belajar yang rajin karena sudah ada siswa yg lebih pintar dan sering
mendapat hadiah/penghargaan, oleh sebab itu akan membuat sisi kreatif siswa
yang lain menjadi turun, jadi dari analisis wawancara dengan guru dan siswa yg
dikaitkan dengan teori behavioristik berpatokan pada perubahan tingkah laku
dari peserta didik dalam proses pembelajaran, baik diakibatkan oleh hukuman
ataupun pemberian hadiah. Sehingga teori ini tidak menekankan sisi kreativitas
peserta didik. Dan juga faktor penghambat seperti guru yang individual, terlalu
banyak siswa dan sedikitnya guru sehingga pengawasa guru terhadap peserta didik
kurang dan mengakibatkan banyak perilaku peserta didik yang buruk. Oleh sebab
itu kurang mendukung keberhasilan
belajar dan pengajaran.
2.
Teori
kognivistik dan teori konstruktivistik
Dari hasil wawancara antara guru dan
siswa diatas ada kaitannya dengan teori kognivistik dan teori
konstruktivistik terlihat pada sesi
tanya jawab pada siswa poin ke 7 tentang memberikan kebebesan berkreasi, dan
mengeluarkan ide-ide atau kereativitas yang dimiliki peserta didik dalam proses
pembelajaran, dari jawaban siswa tersebut dapat di jelaskan bahwa guru
memberikan kebebasan kepada siswa untuk belajar, mengambil ilmu dari berbagai
sumber belajar yang membuat siswa tersebut nyaman dan dapat lebih memahami
materi sepenuhnya.
Kemudian siswa dituntut untuk berimajinasi, berkreativitas, berfikir dan mengeluarkan
kemampuan yang dimilliki pada saat proses pembelajran berlangsung. Dengan memanfaatkan
faktor-faktor pendukung seperti fasilitas yg bagus, guru yg berkualitas, dan
akses internet yang tersedia.Jadi pemberian kebebesan berkreasi, dan
mengeluarkan ide-ide atau kereativitas yang dimiliki peserta didik dalam proses
pembelajaran dapat mendukung keberhasilan belajar dan pengajaran.
KESIMPULAN
Dari hasil analisis wawancara diatas dengan guru
dan siswa dapat ditarik kesimpulan bahwa keberhasilan proses pembelajaran
dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya faktor pendukung seperti seperti
fasilitas yg bagus, guru yg berkualitas, dan akses internet yang tersedia dan
faktor penghambat seperti guru yang individual, terlalu banyak siswa dan
sedikitnya guru dan Siswa-siswi di sekolah lebih mencari nilai bukan ilmu, inputan
siswa baru yang masuk tidak disesuaikan dengan kognitif yang ia punya, sehingga
akan menghambat/memperlama proses pembelajaran.
Faktor pendukung diatas harus bisa dimanfaatkan oleh
peserta didik dan guru untuk menunjang keberhasilan dalam proses belajar dan
pengajaran. Serta bagaimana siswa dalam mengembangkan potensi/kemampuan yang ia
miliki dalam proses pembelajaran. Dan guru harus membimbing peserta didik
tersebut dalam mengembangkan kemampuannya.
Komentar
Posting Komentar