MAKALAH KARAKTERISTIK TUJUAN, MATERI, SUMBER PEMBELAJARAN



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Proses belajar mengajar atau pembelajaran merupakan suatu kegiatan melaksanaka kurukulum dalam lembaga pendidikan supaya sisiwa dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan mahasisiwa menuju perubahan tingkah laku baik intelektual, moral, maupun sosial budaya. Denagan pendidikan diharapkan supaya siswa dalam hidup mandiri sebagai individu maupun makhluk sosial. Proses pembelajaran itu sendiri menekankan pada terjadinya interaksi antara peerta didik, guru, metode, kurikulum, sarana, dan aspek lingkungan yang terkait untuk mencapai kompetensi pembelajaran. Kompetensi akan tercapai dengan maksimal ketika semua komponen terpenuhi sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal dari dalam diri siswa, maupun faktor eksternal yang berasal dari luar siswa. Sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi belajar, minat adalah kecendrungan seorang terhadap obyek atau sesuatu kegiatan yang digemari yang disertai dengan perasaan senang, adanya perhatian dan keaktifan berbuat. Minat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa, biala bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya karena tidak ada daya tarik baginya. Sumber belajar dan materi yang diajarkan juga sangan berperan penting terhadap keberhasialan proses belajar mengajar.
B.     Rumusan Masalah
1.                Bagaiamana karakteristik pembelajaran
2.                Bagaiaman karakteristik tujuan pembelajaran ?
3.                Bagaiaman karakteristik materi pembelajaran ?
4.                Bagaimana karakteristik sumber pembelajaran ?
C.     Tujuan
1.    Menjelaskan karekteristik pembelajaran
2.    Menjelaskan karekteristik tujuan pembelajaran
3.    Menjelaskan karekteristik materi pembelajaran
4.    Menjelaskan karekteristik sumber pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A.       Karakteristik Pembelajaran
Perkembangan hasil-hasil teknologi dapat mempengaruhi proses pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan belajar, siswa diposisikan sebagai subjek belajar yang memegang peranan utama, sehingga dalam setting proses belajar mengajar  siswa dituntut beraktivitas secara penuh, bahkan secara individual mempelajari bahan ajar. 
Dengan demikian kalau dalam istilah mengajar (pengajaran) atau teaching menempatkan guru sebagai pemeran utama memberikan informasi, maka dalam instruction (pembelajaran) guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator, memanage berbagai sumber dan fasilitas untuk dipelajari siswa (Wina Sanjaya, 2008: 79).
Menurut Wina Sanjaya, terdapat beberapa karakteristik penting dari istilah pembelajaran tersebut, yaitu:
1.                                        Pembelajaran berarti membelajarkan siswa
2.                                        Proses pembelajaran berlangsung di mana saja
3.                                        Pembelajaran berorientasi pada pencapaian tujuan
B.       Tujuan Pembelajaran
Salah satu sumbangan terbesar dari aliran psikologi behaviorisme terhadap pembelajaran bahwa pembelajaran seyogyanya memiliki tujuan. Gagasan perlunya tujuan dalam pembelajaran pertama kali dikemukakan oleh B.F. Skinner pada tahun 1950. Kemudian diikuti oleh Robert Mager pada tahun 1962 yang dituangkan dalam bukunya yang berjudul PreparingInstruction Objective. Sejak pada tahun 1970 hingga sekarang penerapannya semakin meluas  hampir  di seluruh lembaga pendidikan di dunia, termasuk di Indonesia.
Merujuk pada tulisan Hamzah B. Uno (2008) berikut ini dikemukakan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Robert F. Mager (1962) mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu.  Kemp (1977) dan David E. Kapel (1981) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Henry Ellington (1984) bahwa tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar. Sementara itu, Oemar Hamalik (2005) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran.
Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu, baik bagi guru maupun siswa. Nana Syaodih Sukmadinata (2002) mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran, yaitu:
1.    Memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya secara lebih mandiri.
2.    Memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar.
3.    Membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran.
4.    Memudahkan guru mengadakan penilaian.
Suatu tujuan pembelajaran seyogianya memenuhi kriteria sebagai berikut :
1.    Tujuan itu menyediakan situasi atau kondisi untuk belajar, misal-nya: dalam situasi bermain peran.
2.    Tujuan mendefinisikan tingkah laku siswa dalam bentuk dapat diukur dan dapat diamati.
3.    Tujuan menyatakan tingkat minimal perilaku yang khendaki, misalnya pada peta pulau jawa, siswa dapat mewarnai dan memberi label pada sekurang-kurangnya tiga gunung utama.
Dalam Permendiknas RI No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses disebutkan bahwa tujuan pembelajaran memberikan petunjuk untuk memilih isi mata pelajaran, menata urutan topik-topik, mengalokasikan waktu, petunjuk dalam memilih alat-alat bantu pengajaran dan prosedur pengajaran, serta menyediakan ukuran (standar) untuk mengukur prestasi belajar siswa.


Adapun tabel tingkatan tujuan pendidikan.
No
Tingkat
Documen
Lembaga
Penanggung Jawab
1
Nasional
UUD 1945
MPR
Ketua MPR
2
pendidikan
SISDIKNAS No. 23 thn. 2003
DIKNAS
Kepala DIKNAS
3
Institusional
Kurikulum
Lembaga Pendidikan
Kepala Sekolah
4
Kurikuler
Kurikulum
Sekolah
Guru
5
instruksional
RPP
Kelas
Guru



C.       Materi Pembelajaran
Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau nilai. Termasuk jenis materi fakta adalah nama-nama obyek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, dsb. (Ibu kota Negara RI adalah Jakart; Negara RI merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945). Termasuk materi konsep adalah pengertian, definisi, ciri khusus, komponen atau bagian suatu obyek (Contoh kursi adalah tempat duduk berkaki empat, ada sandaran dan lengan-lengannya). Materi jenis prosedur adalah materi yang berkenaan dengan langkah-langkah secara sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu tugas. Materi jenis sikap (afektif) adalah materi yang berkenaan dengan sikap atau nilai, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar, semangat bekerja, dsb.Untuk membantu memudahkan memahami keempat jenis materi pembelajaran aspek kognitif tersebut. Ditinjau dari pihak guru, materi pembelajaran itu harus diajarkan atau disampaikan dalam kegiatan pembelajaran.
1.         Pengertian Materi Pelajaran
Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa materi pembelajaran (instructional material) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Menurut National Center for Vocational Education Research Ltd ada tiga pengertian materi pembelajaran yaitu:
a)    Merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/ instruktur untuk perencanaan dan penelaah inplementasi pembelajaran;
b)   Segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam kegiatan belajar mengajar di kelas;
Seperangkat substansi pembelajaran yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok yang utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam proses pembelajaran.
Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Artinya materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar serta indicator.

2.         Jenis-Jenis Materi Pelajaran
Jenis-jenis materi pembelajaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a)    Fakta adalah segala hal yang berwujud kenyataan dan kebenaran, meliputi nama-nama objek, peristiwa, lambang, nama tempat, nama orang dan lain sebagainya.
                 Contoh: mulut, paru-paru
b)   Konsep adalah segala yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, cirri khusus, hakikat, inti/isi dan sebagainya.
Contoh: Hutan hujan tropis di Indonesia sebagai sumber plasma nutfah, Usaha-usaha pelestarian keanekargaman hayati Indonesia secara in-situ dan ex-situ, dsb.
c)    Prinsip adalah berupa hal-hal pokok dan memiliki posisi terpenting meliputi dalil, rumus, paradigm, teori serta hubungan antar konsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat.
Contoh: hukum Handy-Weinberg
d)   Prosedur merupakan langkah-langkah sistematis atau berurutan dalam melakukan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem.
Contoh: langkah-langkah dalam menggunakan metode ilmiah yaitu merumuskan masalah, observasi, hipotesis, melakukan eksperimen dan menarik kesimpulan.
e)    Sikap atau nilai merupakan hasil belajar aspek sikap.
Contoh: Pemanfaatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan, yaitu pengertian lingkungan, komponen ekosistem, lingkungan hidup sebagai sumberdaya, pembangunan berkelanjutan..
3.         Prinsip-Prinsip Penentuan Materi Pelajaran
Prinsip – prinsip yang dijadikan dasar dalam menentukan materi pembelajaran adalah:
a)    Relevansi (kesesuaian)
Materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Jika kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta, bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi lain.
Contoh: kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah ”mendeskripsikan sistim gerak pada manusia dan hubungannya dengan manusia maka pemilihan materi pembelajaran yang disampaikan seharusnya”
b)   Konsistensi (keajegan)
Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik ada dua macam maka materi yang diajarkan juga harus meliputi dua macam.
Contoh: kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah ”pengajaran mengenai sistem panca indera”

c)    Adquency (kecukupan)
Materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu peserta didik menguasai konpetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit maka kurang membantu tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya jika terlalu banyak maka akan mengakibatkan keterlambatan dalam pencapaian target kurikulum.

4.         Cakupan Materi Pelajaran
Dalam cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran harus memperhatikan aspek berikut:
Aspek kognitif, aspek afektif atau aspek psikomotor, karena ketika sudah diimplementasikan dalam proses pembelajaran maka tiap-tiap jenis uraian materi tersebut memerlukan strategi dan media pembelajaran yang berbeda-beda. Selain memperhatikan jenis materi juga harus memperhatikan prinsip-prinsip yang perlu digunakan dalam menentukan cakupan pembelajaran yang menyangkut keluasan dan kedalaman materi. Keluasan materi berarti menggambarkan seberapa banyak materi-materi yang dimasukkan ke dalam suatu materi pembelajaran. Kedalaman materi yang menyangkut rincian konsep-konsep yang terkandung di dalamnya yang harus dipelajari oleh peserta didik. Kecakupan atau memadainya cakupan materi juga perlu diperhatikan. Memadainya cakupan aspek materi pembelajaran akan sangat membantu tercapainya penguasaan kompetensi dasar yang telah ditentukan. Cakupan atau ruang lingkup materi perlu ditentukan untuk mengetahui apakah materi yang akan diajarkan terlalu banyak, terlalu sedikit atau telah memadai sehingga terjadi kesesuaian dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai.

D.      Sumber Belajar
1.      Pengertian Sumber Belajar
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.
Adapun para ahli telah mengemukakan pendapat tentang pengertian sumber belajar sebagai berikut:
a.    Menurut Yusufhadi Miarso adalah segala sesuatu yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan, baik secara tersendiri maupun terkombinasikan dapat memungkinkan terjadinya belajar.
b.    Edgar Dale mengemukakan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang.
c.    Menurut Rohani sumber belajar (learning resources) adalah   segala
macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan yang
memungkinkan (memudahkan) terjadinya proses belajar.
d.    Association Educational Communication and Technology (AECT), yang menyatakan bahwa sumber belajar   adalah semua sumber baik berupa data,
orang dan wujud tertentu yang dapat digunkan siswa dalam belajar, baik
secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam
mecapai tujuan belajar.
Dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan di atas dapat ditarik
kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan sumber belajar adalah segala sesuatu yang berasal dari luar diri seseorang yang dapat memungkinkan terjadinya proses belajar.
2.      Macam-macam Sumber Belajar
Menurut Asosiasi Teknologi Komunikasi Pendidikan (AECT), sumber belajar adalah semua sumber (baik berupa data, orang atau benda) yang dapat digunakan untuk memberi fasilitas (kemudahan) belajar bagi siswa. Sumber belajar itu meliputi pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan lingkungan/latar.
Ditinjau dari asal usulnya, sumber belajar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: sumber belajar yang dirancang (learning resources by design) yaitu sumber belajar yang memang sengaja dibuat untuk tujuan pembelajaran. Contohnya adalah buku pelajaran, modul, program audio, transparansi (OHT). Jenis sumber belajar yang kedua adalah sumber belajar yang sudah tersedia dan tinggal dimanfaatkan (learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak secara khusus dirancang untuk keperluan pembelajaran, namun dapat ditemukan, dipilih dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Sumber-sumber belajar dapat berbentuk:
a)    Pesan: informasi, bahan ajar, cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya.
b)   Orang: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya.
c)    Bahan: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya.
d)   Alat/ perlengkapan: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya;
e)    Pendekatan/ metode/ teknik: disikusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk shaw dan sejenisnya.
f)     Lingkungan: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor dan sebagainya.
Sedangkan menurut Rohani, pembagian sumber belajar antara lain meliputi:
a)    Sumber belajar cetak: buku, majalah, ensiklopedi, brosur, koran, poster, dan denah.
b)   Sumber belajar non cetak: film, slide, video, model, boneka, dan audio kaset.
c)    Sumber belajar yang berupa fasilitas: auditorium, perpustakaan, ruang belajar, meja belajar individual (carrel), studio, lapangan dan olahraga.
d)   Sumber belajar yang berupa kegiatan: wawancara, kerja kelompok, observasi, simulasi, dan permainan.
e)    Sumber belajar yang berupa lingkungan : taman dan terminal.
3.      Manfaat Sumber Belajar
Menurut Rohani manfaat sumber belajar antara lain meliputi:
a)    Memberikan pengalaman belajar secara langsung dan konkret kepada pesert didik
b)   Dapat menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan, dikunjungi atau dilihat secara langsung dan konkret
c)    Dapat menambah dan memperluas cakrawala sajian yang ada di dalam kelas
d)   Dapat memberi informasi yang akurat dan terbaru
e)    Dapat membantu memecahkan masalah pendidikan (instruksional) baik dalam lingkup mikro maupun makro
f)     Dapat memberi informasi yang positif, apabila diatur dan direncanakan pemanfaatannya secara tepat
g)    Dapat merangsang untuk berpikir, bersikap dan berkembang lebih lanjut.
4.      Fungsi sumber belajar
Sumber belajar memiliki fungsi :
a)    Meningkatkan produktivitas pembelajaran dengan jalan:
1.    mempercepat laju belajar dan membantu guru untuk menggunakan waktu secara lebih baik; dan
2.    mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah.
b)   Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual, dengan cara:
1.    mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional; dan
2.    memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannnya.
c)    Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran dengan cara:
1.    perancangan program pembelajaran yang lebih sistematis; dan
2.    pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.
d)   Lebih memantapkan pembelajaran, dengan jalan:
1.    meningkatkan kemampuan sumber belajar;
2.    penyajian informasi dan bahan secara lebih kongkrit.
e)    Memungkinkan belajar secara seketika, yaitu:
1.    mengurangi kesenjangan antara pembelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya kongkrit;
2.    memberikan pengetahuan yang sifatnya langsung.
f)     Memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas, dengan menyajikan informasi yang mampu menembus batas geografis.

5.      Kelebihan dan Kekurangan Sumber Belajar (Perpustakaan dan Internet)

a)    Kelebihan Perpustakaan
1.    Sebagai tempat pencarian informasi/ sumber belajar yang murah dan lengkap.
2.    Tempat yang nyaman dan kondusif untuk belajar
3.    Memungkinkan untuk dapat belajar dalam waktu yang lama, karena buku dapat dipinjam
4.    Kebanyakan buku adalah hasil tulisan/ penelitian para ilmuwan, sehingga tingkat kebenarannya tinggi
5.    Buku sebagai media belajar yang berupa kertas, mempunyai keuntungan yaitu praktis dan mudah dibawa
6.    Pemandu perpustakaan membantu kita dalam pencarian buku referensi, sehingga lebih efisien
b)   Kekurangan Perpustakaan
1.    Terbatasnya jam operasional perpustakaan
2.    Kurang perawatan terhadap buku-buku, sehingga buku mudah rusak karena sering dipinjam
3.    Penataan buku-buku yang kurang teratur sehingga memerlukan waktu yang lama untuk mencari
4.    Stok buku terbatas, sehingga harus menunggu buku dikembalikan oleh peminjam sebelumnya
5.    Sumber informasi berdasarkan tingkat kebutuhan penggunanya
c)    Kelebihan Internet
1.    Sumber informasi yang menjangkau seluruh dunia, cepat dan efisien
2.    Dapat melayani akses pertukaran data dengan cepat antar pangguna
3.    Informasi dalam internet up to date
4.    Hasil pencarian langsung terfokus pada sub pokok yang akan dipelajari/dicari
5.    Dapat diakses dibanyak tempat karena banyaknya tempat-tempat penyedia layanan internet.

d)   Kekurangan Internet
1.    Sumber informasi yang relatif mahal
2.    Tingkat kebenaran relatif rendah karena sebagian besar adalah menurut pendapat pribadi/ artikel pribadi dan belum teruji
3.    Rawan terjadi penyalahgunaan (Cyber Crime) dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab sehingga dapat merusak moral manusia
4.    Di butuhkan keterampilan khusus untuk bisa menggunakan internet, karena tidak setiap orang dapat menggunakan internet.



BAB III
PENUTUP
A.       kesimpulan
Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa Materi pembelajaran (instructional
materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. Sasaran tersebut harus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Artinya, materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar,serta tercapainya indikator.Materi pembelajaran dipilih seoptimal mungkin untuk membantu peserta didik dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Hal-hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan pemilihan materi pembelajaran adalah jenis, cakupan, urutan, dan perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran tersebut.
Agar guru dapat membuat persiapan yang berdaya guna dan berhasil guna, dituntut memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan materi pembelajaran, baik berkaitan dengan hakikat, fungsi, prinsip, maupun prosedur pengembangan materi serta mengukur efektivitas persiapan tersebut.

B.       Saran
Di era Modern ini diharapkan guru ilmu pendidikan mampu memahami dengan benar tujuan pembelajaran, mampu memahami prinsip-prinsip penentuan materi, dan mampu memanfaatkan sumber belajar yang sudah ditentukan. Guru harus mampu mengikuti perkembangan zaman dalam mengajarkan materi pembelajaran dan mengimbangi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat.
Guru harus bisa memanfaatkan sumber belajar yang ada untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Materi pembalajaran yang diajarkan harus sesuai dengan kemampuan dan tingkatan dari peserta didik sehingga tidak menyulitkan siswa dalam memahami atai mempelajari materi pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA
Ngalimun . 2015. Strategi dan Model Pembelajaran.  Yogyakarta: Aswaja Pressindo. (Halaman: 30-32)
Ibrahim  R., Syaodih S.2003. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: PT RINEKA CIPTA
Talibo ,Ishak Wanto. Perencanaan Pengajaran.  Manado: UM PRESS
Martin.2013 Dasar-dasar Perencanaan Pendidikan.  Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Hamalik, Oemar. 2009. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Iskandarwassid. 2013. Strategi Pembelajran Bahasa. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Ibrahim. 1985. Pengantar Teknologi pendidikan. Malang: Pelaksana Kegiatan Penulisan Buku/Diktat Perkuliahan Sub Proyek Pengembangan Sistem Pendidikan Proyek Peningkatan/Pengembangan Perguruan Tinggi IKIP Malang.
Knowles, Malcolm S. 1975. Self Directed Learning. Chicago: Printed In The United States Of America
http://www.asikbelajar.com/2015/02/karakteristik-pembelajaran.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH TEORI ATRIBUSI DALAM PEMBELAJARAN

GERAKAN DAN ORGANISASI ISLAM MODERN DI INDONESIA

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA IMPLEMENTATIF DALAM ERA GLOBALISASI