MAKALAH PERANCANGAN SISTEM MODEL TEP



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan tepat waktu. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.

Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang menjadi tugas Mata Kuliah Profesi TEP dengan judul "Perancangan Sistem Model TEP". Disamping itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami selama pembuatan makalah ini berlangsung sehingga terealisasikanlah makalah ini.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


Malang, 27 April 2017

















BAB I
PENDAHULUAN

1.1                       Latar Belakang
Perancangan sistem atau model dalam teknologi pendidikan maupun teknologi pembelajaran terdapat beberapa komponen yang melengkapi. Model pengembangan ini ada kemiripan dengan model yang dikembangkan Kemp, tetapi ditambah dengan komponen melaksanakan analisis pembelajaran, terdapat beberapa komponen yang akan dilewati di dalam proses pengembangan dan perencanaan tersebut.

1.2    Rumusan Masalah
1.      Bagaimana perancangan sistem model TEP?

1.3 Tujuan
1.      Mahasiswa faham tentang perancangan sistem model TEP?















BAB II
PEMBAHASAN
Ø  Model Dick & Cerey
Perancangan pengajaran menurut sistem pendekatan model Dick & Cerey, yang dikembangkan oleh Walter Dick & Lou Carey (dalam, Trianto, 2007: 61). Model pengembangan ini ada kemiripan dengan model yang dikembangkan Kemp, tetapi ditambah dengan komponen melaksanakan analisis pembelajaran, terdapat beberapa komponen yang akan dilewati di dalam proses pengembangan dan perencanaan tersebut. Urutan perencanaan dan pengembangan ditunjukkan pada gambar berikut:
            Dari model di atas dapat digambarkan sebagai berikut:
1.      Identifikasi Tujuan (Identity Instruyctional Goals). Tahap awal model ini adalah menentukan apa yang diinginkan agar siswa dapat melakukannya ketika mereka telah menyelesaikan program pengajaran. Definisi tujuan pengajaran mungkin mengacu pada kurikulum tertentu atau mungkin juga berasal dari daftar tujuan sebagai hasil need assesment., atau dari pengalaman praktek dengan kesulitan belajar siswa di dalam kelas.
2.      Melakukan Analisis Instruksional (Conducting a goal Analysis). Setelah mengidentifikasi tujuan pembelajaran, maka akan ditentukan apa tipe belajar yang dibutuhkan siswa. Tujuan yang dianalisis untuk mengidentifikasi keterampilan yang lebih khusus lagi yang harus dipelajari. Analisis ini akan menghasilkan carta atau diagram tentang keterampilan-keterampilan/ konsep dan menunjukkan keterkaitan antara keterampilan konsep tersebut.
3.      Mengidentifikasi Tingkah Laku Awal/ Karakteristik Siswa (Identity Entry Behaviours, Characteristic). Ketika melakukan analisis terhadap keterampilan-keterampilan yang perlu dilatihkan dan tahapan prosedur yang perlu dilewati, juga harus dipertimbangkan keterampilan apa yang telah dimiliki siswa saat mulai mengikuti pengajaran. Yang penting juga untuk diidentifikasi adalah karakteristik khusus siswa yang mungkin ada hubungannya dengan rancangan aktivitas-aktivitas pengajaran.
4.      Merumuskan Tujuan Kinerja (Write Performance Objectives). Berdasarkan analisis instruksional dan pernyataan tentang tingkah laku awal siswa, selanjutnya akan dirumuskan pernyataan khusus tentang apa yang harus dilakukan siswa setelah menyelesaikan pembelajaran.
5.      Pengembangan Tes Acuan Patokan (developing criterian-referenced test items). Pengembangan Tes Acuan Patokan didasarkan pada tujuan yang telah dirumuskan, pengebangan butir assesmen untuk mengukur kemampuan siswa seperti yang diperkirakan dalam tujuan.
6.      Pengembangan strategi Pengajaran (develop instructional strategy). Informasi dari lima tahap sebelumnya, maka selanjutnya akan mengidentifikasi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan akhir. Strategi akan meliputi aktivitas preinstruksional, penyampaian informasi, praktek dan balikan, testing, yang dilakukan lewat aktivitas.
7.      Pengembangan atau Memilih Pengajaran (develop and select instructional materials). Tahap ini akan digunakan strategi pengajaran untuk menghasilkan pengajaran yang meliputi petunjuk untuk siswa, bahan pelajaran, tes dan panduan guru.
8.      Merancang dan Melaksanakan Evaluasi Formatif (design and conduct formative evaluation). Evaluasi dilakukan untuk mengumpulkan data yang akan digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana meningkatkan pengajaran.
9.      Menulis Perangkat (design and conduct summative evaluation). Hasil-hasil pada tahap di atas dijadikan dasar untuk menulis perangkat yang dibutuhkan. Hasil perangkat selanjutnya divalidasi dan diujicobakan di kelas/ diimplementasikan di kelas.
10.  Revisi Pengajaran (instructional revitions). Tahap ini mengulangi siklus pengembangan perangkat pengajaran. Data dari evaluasi sumatif yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya diringkas dan dianalisis serta diinterpretasikan untuk diidentifikasi kesulitan yang dialami oleh siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Begitu pula masukan dari hasil implementasi dari pakar/validator.

Ø  Tugas Pokok Pengembang Teknologi Pembelajaran :
·        Analisis dan Pengkajian Sistem/Model TP
·        Perancangan sistem/model TP
·        Produksi media pembelajaran
·        Penerapan sistem/model dan pemanfaatan media pembelajaran
·        Pengendalian sistem/model pembelajaran
·        Evaluasi penerapan sistem/model dan pemanfaatan media pembelajaran
Ø  Jenjang pangkat untuk JF-PTP adalah :
·        PTP Pertama  adalah Penata Muda / Gol IIIa dan Penata Muda Tingkat 1 / Gol IIIb
·        PTP Muda adalah Penata / Gol IIIc dan Penata Tingkat 1 / Gol IIId
·        PTP Madya mencakup Pembina / IVa, Pembina Tingkat 1 / IVb, dan Pembina Utama Muda / IVc
Ø  Prosedur yang dapat ditempuh untuk diangkat menjadi pejabat fungsional PTP:
·        Inpassing (penyesuaian)
·        Pendidikan dan Pelatihan (diklat)
·        Jalur perpindahan dari jabatan lain
·        Jalur rekrutmen/penerimaan CPNS
Ø  Beberapa strategi pengembangan karier melalui JF-PTP yang dapat dipertimbangkan untuk dipilih oleh pejabat fungsional PTP adalah :
·        Kecermatan memilih kegiatan unsur utama (tugas pokok) berangka kredit besar
·        Membiasakan diri menentukan/menetapkan target capaian
·        Keaktifan mengikuti berbagai kegiatan ilmiah
·        Keaktifan membaca publikasi ilmiah dan menulis karya tulis ilmiah
·        Berusaha melakukan penelitian mini/sederhana
·        Ketertiban dan kecermatanmengelola dokumen/arsip (filling system)
·        Penilaian dan penetapan angka kredit PTP dilakukan paling kurang 2 kali dalam setiap tahunnya, yaitu 3 bulan sebelum periode kenaikan pangkat PNS.
Ø  Tim penilai Angka Kredit terdiri atas :
·        Seorang ketua merangkap anggota dari unsur teknis
·        Seorang wakil ketua merangkap anggota
·        Seorang sekretaris merangkap anggota yang secara fungsional dijabat oleh pejabat yang membidangi kepegawaian
·        Paling kurang 4 orang





BAB III
PENUTUP

3.1Kesimpulan
Ada beberapa komponen yang harus dan wajib ada dalam perancangan sistem model TEP. Perancangan pengajaran menurut sistem pendekatan model Dick & Cerey, yang dikembangkan oleh Walter Dick & Lou Carey (dalam, Trianto, 2007: 61). Serta beberapa tugas pokok pengembang profesi teknologi pendidikan, yaitu Analisis dan Pengkajian Sistem/Model TP, Perancangan sistem/model TP, Produksi media pembelajaran, Penerapan sistem/model dan pemanfaatan media pembelajaran, Pengendalian sistem/model pembelajaran, dan Evaluasi penerapan sistem/model dan pemanfaatan media pembelajaran


























DAFTAR PUSTAKA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH TEORI ATRIBUSI DALAM PEMBELAJARAN

GERAKAN DAN ORGANISASI ISLAM MODERN DI INDONESIA

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA IMPLEMENTATIF DALAM ERA GLOBALISASI