MAKALAH REMAJA DAN PERKEMBANGAN



DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ...................................................................................................................        2
BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................        3
1.1  Latar belakang  ......................................................................................................       3
1.2  Rumusan Masalah ................................................................................................          4
1.3  Tujuan penulisan ..................................................................................................          4
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................        5
2.1  Pengertian Remaja ...............................................................................................          5
2.2  Karakteristik Remaja ...........................................................................................          6
2.3  Identitas Diri pada Perkembangan Remaja .........................................................            7
2.4  Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja ...........................................................            8
2.5  Aspek-aspek yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja ................................             9
2.6  Tugas-tugas Masa Perkembangan Remaja ..........................................................         14
2.7  Hukum-hukum Perkembangan bagi Remaja .......................................................          15
BAB III PENUTUP ........................................................................................................      17
3.1  Kesimpulan ..........................................................................................................       17
3.2  Saran ....................................................................................................................      17
Daftar pustaka ................................................................................................................      18
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Perkembangan anak adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari pematangan. Di sini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem yang berkembang sedemikian rupa per- kembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Aspek– aspek perkembangan individu meliputi fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral dan agama. Perkembangan fisik meliputi pertumbuhan sebelum lahir dan pertumbuhan setelah lahir. Intelektual (kecerdasan) atau daya pikir merupakan kemampuan untuk beradaptasi secara berhasil dengan situas baru atau lingkungan pada umumnya. Sosial, setiap individu selalu berinteraksi dengan lingkungan dan selalu memerlukan manusia lainnya. Emosi merupakan perasaan tertentu yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan yang lain. Moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Agama merupakan kepercayaan yang dianut oleh individu.
Masa remaja adalah suatu periode peralihan diri dari masa kanak-kanak kepada masa dewasa. Masa remaja juga sebagai usia bermasalah. Akhirnya para remaja mengalami kesualitan dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Kesulitan-keuslitan yang dihadapi remaja menurut Rumke bersumber dari 3 masalah, yaitu:
a.    Masalah individuasi: kesulitan daalam mewujudkan dirinya sebagai seorang yang dewasa.
b.    Regulasi: ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan perubahan dibidang fisik dan seksualnya.
c.    Masalah Integrasi: kesulitan menyesuaikan sikap dan perilakunya dilingkungannya atau mencari identitas dirinya.




1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas terdapat beberapat rumusan masalah, yaitu:
1.    Apa pengertian dari masa remaja?
2.    Bagaimana karakteristik remaja?
3.    Bagaimana identitas diri pada perkembangan remaja?
4.    Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan remaja?
5.    Aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi perkembangan remaja?
6.    Apa saja tugas-tugas masa perkembangan remaja?
7.    Apa saja hukum-hukum perkembangan bagi remaja

1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini diantaranya sebagai berikut:
1.    Menjelaskan tentang pengertian remaja.
2.    Menjelaskan tentang karakteristik remaja.
3.    Menjelaskan tentang identitas diri pada perkembangan remaja.
4.    Menjelaskan tentang pertumbuhan dan perkembangan remaja.
5.    Menjelaskan tentang aspek-aspek yang mempengaruhi perkembangan remaja.
6.    Menjelaskan tentang tugas-tugas masa perkembangan remaja.
7.    Menjelaskan tentang hukum-hukum perkembangan bagi remaja



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Remaja
Masa remaja menurut Mappiare (1982) berlangsung antara umur 12- 21 tahun bagi wanita dan 13-22 tahun bagi pria. Rentang usia remaja tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu usia 12/13-17/18 tahun adalah remaja awal dan usia 17/18-21/22 tahun, yaitu remaja akhir. Menurut hukum di Amerika Serikat saat itu, individu dianggap telah dewasa apabila telah mencapai usia 18 tahun bukan 21 tahun seperti ketentuan sebelumnya.
Remaja dalam bahasa aslinya disebut adolescene, berasal dari bahasa adolescere yang artinya “tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematangan”. Bangsa primitif dan orang-orang purbakala memandang masa puber dan masa remaja berbeda dengan periode lain dalam rentang kehidupan. Anak dianggap sudah dewasa apabila sudah mampu mengadakan reproduksi. Istilah adolescene sesungguhnya memiliki arti mancakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1991). Pandangan tersebut didukung oleh Piaget (Hurlock, 1991) yang mengatakan bahwa secara secara fsikologis, remaja adalah suatu usia dimana anak tidak merasa berada dibawah tingkat orang yang lebih tua, melainkan merasa samaatau paling tidak sejajar.
Remaja juga sedang mengalami perkembangan pesat dalam aspek intelektual. Transformasi intelektul dari cara berpikir remaja ini memungkinkan mereka tidak hanya mapu mengintregasikan dirinya kedalam masyarakat dewasa, tetapi juga merupakan karakterisitik yang paling menonjol dari semua periode perkembangan (Shaw dan Costanzo, 1985).
Remaja masih belum mampu menguasai dan memfungsikan secara maksimal fungsi fisik maupun fsikisnya (Monks, 1989). Akan tetapi, yang perlu ditekankan disini adalah bahwa fase remaja merupakan fase perkembangan yang tengah berada pada masa amat potensial, baik dilihat dari aspek kognitif, emosi, maupun fisik
1.      Periodisasi Perkembangan Masa Remaja
a.       Periode masa puber usia 12-18 tahun. Masa pra pubertas, yaitu peralihan dari masa kanak-kanak kemasa awal pubertas. Cirinya:
-     Anak mulai bersikap kritis
-     Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi
b.      Masa pubertas usia 14-16 tahun, yaitu masa remaja awal. Cirinya:
-     Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya
-     Memperhatikan penampilan
-     Sikapnya tidak menentu/plin plan
-     Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib
-     Mulai adanya mimpi basah untuk laki-laki, dan menstruasi pada perempuan.
c.       Masa akhir pubertas usia 17-18 tahun + peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen. Cirinya:
-     Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya
-     Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria
d.      Periode remaja adolesen usia 19-21 tahun (Merupakan masa akhir remaja). Sifat pendting pada periode ini adalah:
-     Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis
-     Mulai menyadari akan realita
-     Sikapnya mulai jelas tentang hidup
-     Mulai nampak bakat dan minatnya

2.2  Karakteristik Remaja
Remaja dalam masa berkembang cenderung memiliki ciri dengan munculnya perilaku negatif seperti mulai memberontak, masa badai dan tekanan, tidak stabil, dan perilaku negatif lainnya. Perilaku negatif yang muncul ini dikarenakan lingkungan tidak memberikan apa yang dibutuhkan pada masa perkembangannya. Remaja tidak ingin sepenuhnya patuh pada apa yang diminta atau dituntut darinya. Remaja ingin mencoba mandiri dalam memecahkan masalah dalam hidupnya.
Ciri-ciri khas pada perkembangan remaja adalah sebagai berikut:
1.      Remaja mengalami perubahan fisik (pertumbuhan) paling pesat, dibandingkan dengan periode perkembangan sebelum maupun sesudahnya, pertumbuhan fisik pada permulaan remaja sangat cepat.
2.      Mempunyai energi yang berlimpah secara fisik dan psikis yang mendorong mereka untuk berprestasi dan beraktivitas.
3.      Perhatian mereka lebih terarah kepada teman sebaya dan secara berangsur melepaskan diri dari keterikatan dengan keluarga.
4.      Remaja memiliki keterkaitan kuat dengan lawan jenis.
5.      Periode idealis. Periode ini remaja merupakan periode terbentuknya keyakinan tentang kebenaran, keagamaan, dan kebijaksanaan yang benar terjadi di masyarakat.
6.      Menunjukkan kemandirian. Remaja menunjukkan keinginan untuk mengambil keputusan tentang diri mereka sendiri.
7.      Berada pada posisi transisi antara kehidupan masa kanak-kanak dan kehidupan orang dewasa. Oleh karena itu, mereka akan mengalami berbagai kesulitan dalam hal penyesuaian diri untuk menempuh kehidupan sebagai orang dewasa.
8.      Pencarian identitas diri. Pencarian identitas diri merupakan suatu kekhasan perkembangan remaja untuk mengatasi periode transisi.

2.3  Identitas Diri pada Perkembangan Remaja
Salvotare R. Maddi (dalam Taufik, 2002: 71) berpendapat bahwa perkembangan yang diinginkan pada masa ini adalah anak dapat mengenal identitas dirinya sendiri, yaitu dia mengetahui siapa dirinya, apa potensinya dan hendak ke mana arah kehidupannya. Identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa peranannya dalam masyarakat. Apakah ia seorang anak atau seorang dewasa? Allport (dalam Schultz, 1994: 27) “Segi yang sangat penting dalam identitas diri adalah nama orang. Nama itu menjadi lambang dari kehidupan seseorang yang mengenal dirinya dan membedakannya dari semua diri dari semua yang lain di dunia”.
1.      Faktor-faktor yang Memengaruhi Pembentukan Identitas
Syamsu (2001: 202) mengemukakan beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi remaja dalam perkembangan identitas diri, yaitu:
a.       Iklim keluarga, berkaitan dengan interaksi sosio-emosional antaranggota keluarga (ibu-ayah, orangtua-anak dan anak-anak) sikap dan perlakuan orangtua terhadap anak.Apabila hubungan antaranggota keluarga hangat, harmonis, serta sikap perlakuan orang tua terhadap anak positif atau penuh kasih sayang, maka remaja akan mampu mengembangkan identitasnya secara realistik dan stabil (sehat).
b.      Tokoh idola, orang-orang yang dipersepsi oleh remaja sebagai figur yang memiliki posisi di masyarakat. Pada umumnya tokoh yang menjadi idola atau pujaan remaja berasal dari kalangan selebritis dan olahragawan. Meskipun persentasenya sedikit, ada juga tokoh idola remaja itu berasal dari para tokoh masyarakat, pejuang atau pahlawan.
c.       Peluang pengembangan diri, kesempatan untuk melihat ke depan dan menguji dirinya dalam setting (adegan) kehidupa yang beragam. Dalam hal ini, eksperimentasi atau pengalaman dalam menyampaikan gagasan, penampilan peran-peran dan bergaul dengan orang lain (dalam aktivitas yang sehat) sangatlah penting bagi perkembangan identitasnya.
Erikson (Santrock, 2007: 208) kemudian menambahkan faktor yang mempengaruhi pembentukan identitas, yaitu pengalaman di masa lalu, dalam usaha mencari perasaan kesinambungan dan kesamaan yang baru, para remaja harus memperjuangkan kembali perjuangan tahun-tahun lalu, meskipun untuk melakukannya mereka harus menunjuk secara artificial orang-orang yang baik hati untuk berperan sebagai musuh, dan mereka selalu siap untuk menempatkan idola dan ideal mereka sebagai pembimbing dalam mencapai identitas akhir. Identifikasi yang sekarang terjadi dalam bentuk identitas ego adalah lebih dari sekedar penjumlahan identifikasi masa kanak-kanak.

2.4  Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja
Istilah pertumbuhan dapat didefinisikan sebagai proses perubahan fsikologis yang bersifat progresif dan kontinu serta berlangsung dalam periode tertentu. Sedangkan, perkembangan lebih mengacu kepada perubahan karateristik yang khas dari gejala-gejala fsikologis kearah ayng lebih maju.
Pertumbuhan yang terjadi sebagai perubahan individu lebih mengacu dan meekankan pada aspek perubahan fisik ke arah lebih maju. Dengan kata lain, istilah pertumbuhan dapat didefinisikan sebagai proses perubahan fisiologis yang bersifat progresif dan kontinu serta berlangsung dalam periode tertentu. Oleh karena itu, sebagai hasil dari pertumbuhan adalah bertambahnya berat, panjang atau tinggi badan, tulang dan otot-otot menjadi lebih kuat, lingkar tubuh menjadi lebih besar, dan organ tubuh menjadi lebih sempurna. Pada akhirnya pertumbuhan ini mecapai titik akhir, yang berarti bahwa pertumbuhan telah selesai. Bahkan pada usia tertentu, misalnya usia lanjut, justru ada bagaian-bagian fisik tertentu yang mengalami penurunan dan pengurangan (Berk,1989).
Sedangkan perkembangan lebih mengacu kepada perubahan krakteristik yang khas dari gejala-gejala psikologis kearah yang lebih maju. Para ahli psikologi pada umumnya menunjuk pada pengertian perkembangan sebagai suatu proses perubahan yang bersifat progresif dan menyebabkan tercapainya kemampuan dan karateristik psikis yang baru. Perubahan seperti ini tidak terlepas dari perubahan yang terjadi pada struktur biologis, meskipun tidak semua perubahan kemampuan dan sifat psikis dipengaruh oleh perubahan struktur biologis. Perubahan kemampuan dan karateristik psikis sebagai hasil dari perubahan dan kesiapan struktur biologis sering dikeal denga istilah “kematangan” (Berk, 1989). 
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang dialami oleh remaja secara kontinue.  pertumbuhan dan perkembangan adalah proses yang saling berhubungan tak bisa dilepaskan dari kehidupan remaja.Pertumbuhan merupakan proses yang berkaitan dengan dengan perubahan kuantitatf yang mengacu pada jumlah besar serta luas yang bersifat konkret yang biasanya menyangkut ukuran dan struktur biologis. Pertumbuhan adalah proses perubahan dari segi fisik yang berlangsung normal dalam perjalanan waktu tertentu. Dalam setiap pertumbuhan bagian – bagian tubuh memiliki tempo kecepatan yang berbeda – beda. Misalnya pertumbuhan alama kelamin pria, pada masa anak-anak alat kelamin tumbuh lambat namun setelah pubertas mengalami percepatan. Sebaliknya pertumbuhan susunan saraf pusat mengalami percepatan saat masa anak-anak namun setelah masa pubertas relatig lambat bahkan terhenti.

2.5  Aspek-aspek yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja
Semua individu khususnya remaja akan mengalami perkembangan baik fisik maupun psikis yang meliputi aspek-aspek intelektual, sosial, emosi, bahasa, moral dan agama.
1.      Perkembangan Fisik
Dalam perkembangan remaja, perubahan yang tampak jelas adalah perubahan fisik. Tubuh berkembang pesat sehingga mencapai bentuk tubuh orang dewasa yang disertai dengan berkembangnya kapasitas reproduktif. Dalam perkembangan seksualitas remaja, ditandai dengan ciri-ciri seks primer dan ciri-ciri seks sekunder.
a.       Ciri-Ciri Seks Primer
Pada masa remaja primer ditandai dengan sangat cepatnya pertumbuhan testis yaitu pada tahun pertama dan kedua. Kemudian tumbuh secara lebih lambat, dan mencpai ukuran matangnya pada usia 20 tahun. Lalu penis luai bertambah panjang, pembuluh mani dan kelenjar prostate semakin membesar. Matangnya organ-organ seks tersebut memungkinkan remaja pria (sekitar 14-15 tahun) mengalami “mimpi basah”. Pada remaja wanita, kematangan orga-organ seksnya ditandai dengan tumbuhnya rahim vagina dan ovarium secara cepat pada masa sekitar 11-15 tahun untuk pertama kalinya mengalami “menarche” (menstruaasi pertama). Menstruasi awal sering disetai dengan sakit kepala, sakit punggung dan kadang-kadang kejang serta merasa lelah, depresi dan mudah tersinggung.

b.      Ciri-Ciri Seks Sekunder
Pada remaja ditandai dengan tumbuhnya rambut pubik/bulu kopak disekitar kemaluan dan ketiak, terjadi prubahan suara, tumbuh kumis dan  tumbuh gondok laki / jakun. Sedangakan pada wanita ditandai dengan tumbuh rambut pubik/ bulu kapok disekitar kemaluan dan ketiak, bertambah besar buah dada danbertambah besarnya pinggul.
c.       Pubertas.
-     Perubahan eksternal
1)      Tinggi badan: Perempuan Usia 17 dan 18 tahun mencapai tinggi yang matang. Sedangkan Rata-rata anak laki-laki setahun sesudahnya.
2)      Berat badan: Perubahan berat badan mengikuti jadwal yang sama dengan perubahan tinggi
3)      Proporsi tubuh: Berbagai anggota tubuh lambat laun mencapai perbandingan tubuh yang baik.
-     Perubahan internal
1)      Sistem Pencernaan
2)      Perut menjadi lebih panjang dan tidak lagi terlampau berbentuk pipa, usus bertambah besar, hati bertambah berat dan kerongkongan bertambah panjang.
3)      Sistem Peredaran Darah
4)      Jantung tumbuh pesat selama masa remaja, pada usia 17-18 tahun beratnya 12 kali berat pada waktu lahir.
5)      Sistem Pernapasan
6)      Kapasitas paru-paru remaja perempuan hampir matang pada usia 17 tahun,  remaja laki-laki mencapai tingkat kematnagn beberapa tahun kemudian.
7)      Jaringan Tubuh
8)      Perkemngan kerangka berhenti rata-rata pada usia 18 tahun Jaringan. Selain tulang terus berkembang sampai tulang mencapai umuran matang, khususnya bagi perkembangan jaringan otot.
2.      Perkembangan Psikis
a.       Aspek Intektual
Perkembangan intelektual (kognitif) pada remaja bermula pada umur 11 atau 12 tahun. Remaja tidak lagi terikat pada realitas fisik yang konkrit, remaja mulai mampu berhadapan dengan aspek-aspek yang hipotesis dan abstrak dari realitas. Bagaimana dunia ini tersusun tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya alternatif yang mungkin terjadi, misalnya aturan-aturan dari orang tua, status remaja dalam kelompok sebayanya dan aturan-aturan yang diberlakukan padanya tidak lagi dipandang sebagai hal-hal yang mungkin berubah. Kemampuan-kemampuan berpikir yang baru ini memungkinkan individu untuk berpikir secara abstrak, hipotesis dan kontrafaktual, yang nantinya akan memberikan peluang pada individu untuk mengimajinasikan kemungkinan lain untuk segala hal.
b.      Aspek Sosial
Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial atau proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi. Meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan bekerja sama. Aspek ini meliputi kepercayaan akan diri sendiri, berpandangan objektif, keberanian menghadapi orang lain, dan lain-lain. Perkembangan sosial pada masa remaja berkembang kemampuan untuk memahami orang lain sebagai individu yang unik. Baik menyangkut sifat-sifat pribadi, minat, nilai-nilai atau perasaan sehingga mendorong remaja untuk bersosialisasi lebih akrab dengan lingkungan sebaya atau lingkungan masyarakat baik melalui persahabatan atau percintaan.
Pada masa ini berkembangan sikap cenderung menyerah atau mengikuti opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran, keinginan orang lain. Ada lingkungan sosial remaja (teman sebaya) yang menampilkan sikap dan perilaku yang dapat dipertanggung jawabkan misalnya: taat beribadah, berbudi pekerti luhur, dan lain-lain. Tapi ada juga beberapa remaja yang terpengaruh perilaku tidak bertanggung jawab teman sebayanya, seperti : mencuri, free sex, narkotik, miras, dan lain-lain. Remaja diharapkan memiliki penyesuaian sosial yang tepat dalam arti kemampuan untuk mereaksi secara tepat terhadap realitas sosial, situasi dan relasi baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Berikut ini ciri-ciri penyesuaian sosial remaja, diantaranya:
-     Di Lingkungan Keluarga
1)      Menjalin hubungan yang baik dengan orang tua dan saudaranya
2)      Menerima otoritas orang tua (menaati peraturan orang tua)
3)      Menerima tanggung jawab dan batasan (norma) keluarga
4)      Berusaha membantu anggaran kalau sebagai individu atau kelompok
-     Di Lingkungan Sekolah
1)      Bersikap respek dan mentaati peraturan
2)      Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sekolah
3)      Menjalin persahabatan dengan teman sebaya
4)      Hormat kepada guru, pemimpin sekolah atau staf lain
5)      Berprestasi di sekolah
-     Di Lingkungan Masyarakat
1)      Respek terhadap hak-hak orang lain
2)      Menjalin dan memelihara hubungan dengan teman sebaya atau orang lain
3)      Bersikap simpati dan menghormati terhadap kesejahteraan orang lain
4)      Respek terhadap hukum, tradisi dan kebijakan-kebijakan masyarakat.
c.       Aspek Emosi (Afektif)
Perkembangan aspek emosi berjalan konstan, kecuali pada masa remaja awal (13-14 tahun) dan remaja tengah (15-16 tahun) pada masa remaja awal ditandai oleh rasa optimisme dan keceriaan dalam hidupnya, diselingi rasa bingung menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi dalam dirinya. Pada masa remaja tengah rasa senang datang silih berganti dengan rasa duka, kegembiraan berganti dengan kesedihan, rasa akrab bertukar dengan kerenggangan dan permusuhan. Gejolak ini berakhir pada masa remaja akhir (18– 21 tahun). Pada masa remaja tengah anak terombang-ambing dalam sikap mendua (ambivalensi) maka pada masa remaja akhir anak telah memiliki pendirian, sikap yang relatif mapan. Mencapai kematangan emosial merupakan tugas yang sulit bagi remaja.
Proses pencapaiannya sangat dipengaruhi oleh kondisi sosio-emosional lingkungannya, terutama lingkungan-lingkungan keluarga dan teman sebaya. Apabila lingkungan tersebut kondusif maka akan cenderung dapat mencapai kematangan emosional yang baik, seperti adolesensi emosi (cinta, kasih, simpati, senang menolong orang lain, hormat dan menghargai orang lain, ramah) mengendalikan emosi (tidak mudah tersinggung, tidak agresif, optimis dan dapat menghadapi situasi frustasi secara wajar). Tapi sebaliknya, jika seorang remaja kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tua atau pengakuan dari teman sebaya, maka cenderung mengalami perasaan tertekan atau ketidaknyamanan emosional, sehingga remaja bisa berealisi agresif (melawan, keras kepala, bertengkar, berkelahi, senang mengganggu) dan melarikan diri dari kenyataan (melamun, pendiam, senang menyendiri, meminum miras dan narkoba).
d.      Aspek Bahasa
Perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi baik alat komunikasi lisan, tulisan, maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat. Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang, baik di lingkungan keluarga, masyarakat dan khususnya lingkungan teman sebaya sedikit banyak lebih membentuk pola perkembangan bahasa remaja. Pola bahasa remaja lebih diwarnai pola bahasa pergaulan yang berkembang di dalam kelompok sebaya.
Pada umumnya remaja akhir lebih memantapkan diri pada bahasa asing tertentu, menggemari literatur yang mengandung nilai-nilai filosofis, etnis dan religius. Penggunaan bahasa oleh remaja lebih sempurna serta perbendaharaan kata lebih banyak. Kemampuan menggunakan bahasa ilmiah mulai tumbuh dan mampu diajak berdialog seperti ilmuwan.
e.       Aspek Moral
Perkembangan moral pada remaja menurut teori Kohlberg menempati tingkat III: pasca konvensional stadium 5, merupakan tahap orientasi terhadap perjanjian antara remaja dengan lingkungan sosial. Ada hubungan timbal balik antara dirinya dengan lingkungan sosial dan masyarakat. Pada tahap ini remaja lebih mengenal tentang nilai-nilai moral, kejujuran, keadilan kesopanan dan kedisiplinan. Oleh karena itu moral remaja harus sesuai dengan tuntutan norma-norma sosial. Selain itu peranan orang tua sangat penting. Dalam membantu moral remaja, orang tua harus konsisten dalam mendidik anaknya, bersikap terbuka serta dialogis, tidak otoriter atau memaksakan kehendak.
f.        Aspek Agama
Pemahaman remaja dalam beragama sudah semakin matang, kemampuan berfikir abstrak memungkinkan remaja untuk dapat mentransformasikan keyakinan beragama serta mengapresiasikan kualitas keabstrakan Tuhan.

2.6  Tugas-tugas Masa Perkembangan Remaja
Tugas perkembangan remaja masa remaja difokuskan pada upaya meninggalkan sikap dan perilaku kekanak-kanakan serta berusaha untuk mencapai kemampuan bersikap dan berperilaku serta dewasa. Adapun tugas-tugas perkembangan masa remaja menurut hurlok (1991) adalah berusaha:
1.      Mampu menerima keadaan fisiknya;
2.      Mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa;
3.      Mampu membina hubunga baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis;
4.      Mencapai kemandirian emosional
5.      Mencapai kemandirian ekonomi
6.      Mengembangka konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat;
7.      Memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua;
8.      Mengembangkan perilaku tanggung jawab sosial yang diperlukan untuk memasuki dunia dewasa
9.      Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan;
10.  Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan keluarga.
Tugas-tugas perkembangan fase remaja ini amat berkaitan dengan perkembangan kognitifnya, yaitu fase operasional formal. Kematangan pencapaian fase kognitif akan sangat membantu kemampua dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangannya itu dengan baik. Agar dapat memenuhi dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan, diperlukan kemampuan kreatif remaja. Kemampuan kreatif ini banyak diwarnai oleh perkembangan kognitifnya.

2.7  Hukum-Hukum Perkrmbangan bagi Remaja
Hukum perkembangan adalah prinsip-prinsip yang mendasari perkembangan fisik dan psikis individu.
1.    Hukum Tempo Perkembangan
Tempo berarti waktu atau masa. Hukum tempo perkembangan bermakana bahwa nberlangsungnya perkembanagn individu yang satu tidak sama cepat atau lambatnya dengan individu lain.
2.    Hukum Irama Perkembangan
Irama berarti variasi atau fluktuasi naik turunya kecepatan perkembangan individu. Hukum irama perkembanagan mengatakn bahwa berlangsungnya perkembangan individu tidak dengan irama cepat, lambat, atau bahkan seperti berhenti, kemudian cepat seperti dipacu.
3.    Hukum Rekapitulasi
Hukum rekapitulasi berpendapat bahwa perkembangan psikis individu akan pengulangan urutan tingkah laku dan perkembangan nenek moyang sutu bangsa.
4.    Hukum Masa Peka
Menurut M.Montessori, dalam perkembangan anak terdapat suatu yang sangan tepat bagi suatu fungsi untuk dapat berkembang dengan baik sekali atau sangat sensitif dan sangat mudah merespons stimulus yang dating kepada dirinya. Pada masaini, anak mempunyai kesiapan terbaik untuk melaksanakan tugas perkembnagannya dalam fungsi tertentu.
5.    Hukum Trotzalter (Masa Menentang)
Hukum trotzaler berpandangan bahwa perkembangan individu tidak selalu berlangsung dengan tenang dan teratur, tetapi pada masa-masa tertentu terjadi data guncangan yang membawa perubahan secara radikal.
6.    Hukum Masa Eksploratif
Langeveld berpandangan bahwa perkembangan individu merupakan proses yang berlangsung sebagai suatu penjelajahan dan penemuan pada individu yang bersangkutan.
7.    Hukum pertahan Diri
Pertahanan diri yang dimaksud adalah suatau respon dalam bentuk sikap atau prilaku individu yang dimunculkan ketika dirinya merasa mendapatkan stimulus yang tidak sesuai atau tidak menyengangkan.
8.    Hukum Pengembangan Diri
Hukum ini berpandangan bahwa sesungguhnya setiap individu memiliki dorongan alamiah untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.


BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Dari penyusunan makalah tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa masa remaja dapat berlangsung pada usia antara umur 12- 21 tahun bagi wanita dan 13-22 tahun bagi pria. Remaja memiliki keunikan yang terletak pada individu-invidu itu sendiri. Dalam pertumbuhannya perubahan psikologis remaja bersifat progresif dan kontinu serta berlangsung selama period tertentu. Remaja berkarakteristik gelisah dan bingung karena terjadi pertentangan keinginana untuk menghayal dan aktivitas kelompok.
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang dialami oleh remaja secara kontinue.  pertumbuhan dan perkembangan adalah proses yang saling berhubungan tak bisa dilepaskan dari kehidupan remaja.Pertumbuhan merupakan proses yang berkaitan dengan dengan perubahan kuantitatf yang mengacu pada jumlah besar serta luas yang bersifat konkret yang biasanya menyangkut ukuran dan struktur biologis.

3.2  Saran
Remaja merupakan masa dimana seorang anak berada pada periode badai dan tekanan, memiliki emosi yang belum stabil, dan merupakan masa pencarian identitas diri. Maka dari itu sebagai orang tua, saudara, maupun guru harus mampu memberikan dan menuntun remaja sesuai dengan yang dibutuhkan pada masa perkembangannya.



DAFTAR PUSTAKA

Hartinah, Sitti. 2008. Pengembangan Peserta Didik. Bandung: Refika Aditama.
Ali, Mohammad. 2015. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Laman internet
Rohmani, Dewi. 2010. Remaja dan Perkembangan [online], http://dewirohmani.blogspot.com/, diakses pada 3 Februari 2017.
Zulhasani. 2012. Hakikat Remaja dan Perkembangannya [online], http://zulhasni.wordpress.com/2012/09/23/hakikat-remaja-dan-perkembangannya/, diakses pada 3 Februari 2017.
Dreameducation. 2011. Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja [online], http://dreameducation.wordpress.com/, diakses pada 3 Februari 2017.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH TEORI ATRIBUSI DALAM PEMBELAJARAN

GERAKAN DAN ORGANISASI ISLAM MODERN DI INDONESIA

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA IMPLEMENTATIF DALAM ERA GLOBALISASI